TAHUKAH ANDA ???

PENYAKIT RABIES MENGANCAM JIWA KITA

Watampone Dinas Peternakan, 15/05/2018 salah satu penyakit yang sering meresahkan dikalangan masyarakat peternak adalah penyaki Rabies atau umumnya dikenal sebagai penyakit anjing gila adalah penyakit serius yang menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit ini digolongkan sebagai penyakit mematikan yang harus ditangani dengan cepat karena hampir setiap 9 menit 1 orang tewas karena penyakit Rabies, setiap tahun di seluruh dunia Rabies menewaskan lebih dari 59 Ribu orang dan Indonesia termasuk negara Endemis .

Drh. Agusriady M. Anim. Sc  kasus gigitan anjing yang terjadi di Kabupaten Bone sudah begitu banyak dan menimbulkan penyakit Rabies dan sudah menelan korban  pada manusia, kami harapkan masyarakat waspada akan penyakit ini dan sebaiknya jika masyarakat mempunyai hewan peliharaan Anjing dan Kucing sebaiknya dilakukan vaksinasi rabies dengan menghubungi petugas peternakan terdekat, KANTOR DINAS PETERNAKAN Kabupaten Bone, atau Puskeswan terdekat. Kami juga menyampaikan bahwa Vaksin tersebut Gratis tidak dipungut biaya. Adapun penyebab dan gejala serta pencegahan kami bisa jelaskan:

Penyebab rabies

Rabies disebabkan oleh virus lyssaviruses. Virus ini ditularkan ke manusia melalui hewan yang sebelumnya telah terjangkit penyakit ini. Seseorang dapat terjangkit rabies jika air liur dari hewan rabies tersebut masuk ke tubuhnya melalui gigitan, Bahkan melalui cakaran pun bisa jika hewan rabies tersebut sebelumnya telah menjilati kuku-kukunya. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, seseorang terjangkit rabies karena luka di tubuhnya terjilat oleh hewan yang terinfeksi.

Gejala rabies

Waktu yang dibutuhkan virus rabies untuk berinkubasi sangat bervariasi, namun biasanya antara dua minggu sampai tiga bulan. Pada kasus yang jarang terjadi, inkubasi virus terjadi hanya dalam waktu empat hari. Masa inkubasi adalah jarak waktu ketika virus pertama kali masuk ke tubuh sampai gejala muncul.

Setelah tergigit hewan berpenyakit rabies, virus akan berkembang biak di dalam tubuh inang. Selanjutnya virus-virus tersebut akan menuju ujung saraf dan berlanjut menuju saraf tulang belakang serta otak yang mana perkembangbiakan terjadi dengan sangat cepat. Setelah itu, virus rabies menyebar ke paru-paru, kelenjar air liur, hati, ginjal, dan organ-organ lainnya.

Gejala-gejala penyakit rabies pada manusia antara lain demam tinggi, rasa gatal di bagian yang terinfeksi, perubahan perilaku menjadi agresif, dan takut terhadap air atau hidrofobia. Sedangkan pada hewan, gejala hampir serupa dengan manusia, namun tanpa hidrofobia. Ketika gejala penyakit rabies memasuki fase akhir, baik manusia atau hewan yang mengalaminya bisa mengalami kematian.

Diagnosis rabies

Hingga kini, belum ada tes yang dapat mendeteksi seseorang terinfeksi virus rabies ketika baru digigit. Rabies baru diketahui jika virus sudah selesai berinkubasi dan memulai terornya melalui gejala. Oleh sebab itu untuk menentukan terkena rabies atau tidaknya bagi seseorang, dokter hanya mengacu pada keterangan pasien. Dalam melakukan diagnosa biasanya dokter akan bertanya apakah pasien telah mengunjungi tempat atau daerah yang rawan rabies dan apakah pasien telah digigit oleh hewan yang berpotensi membawa virus penyakit tersebut.

Pengobatan rabies

Jika Anda telah digigit hewan yang berpotensi menularkan rabies, satu hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah mencuci luka gigitan tersebut dengan sabun dan basuh dengan air bersih yang mengalir. Selanjutnya bersihkan luka dengan menggunakan antiseptik atau alkohol. Jangan tutupi luka menggunakan perban apa pun dan biarkan luka tetap terbuka. Setelah itu, segera ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

Jika rabies yang menjangkiti seseorang masih berada pada tahap awal atau sebelum gejala muncul,  dokter akan melakukan pengobatan  yang disebut profilaksis pasca pajanan yang terbukti sangat efektif dalam menangkal gejala rabies. Melalui profilaksis pasca pajanan, dokter akan membersihkan bagian tubuh yang terinfeksi, serta memberikan serangkaian vaksinasi untuk mencegah virus menyebar ke otak dan sistem saraf. Pada sebagian kasus, dokter juga akan memberikan serum anti rabies.

Namun jika penderita terlambat mendapatkan penanganan dan gejala sudah muncul, maka maka pada fase ini biasanya dokter akan lebih berfokus pada upaya membuat pasien tetap tenang dan senyaman mungkin karena pasien menghadapi risiko kematian.

Pemberian vaksinasi anti rabies

Penularan rabies dapat dicegah melalui vaksinasi. Vaksinasi secara berkala biasanya hanya diberikan kepada mereka yang dalam pekerjaannya sering berinteraksi dengan hewan sehingga berpotensi tinggi untuk terjangkit, contohnya dokter hewan dan pengurus kebun binatang. Sementara vaksin pada hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera diberikan sekali setahun.

Kiat menghindari rabies

Menjaga diri sendiri dan keluarga dari penularan virus rabies sebenarnya tidak sulit. Ketika mengunjungi desa atau daerah pelosok yang belum terbebas dari rabies, usahakan Anda dan keluarga Anda tidak sembarangan menyentuh hewan liar. Ajarkan pada anak-anak Anda mengenai bahaya memiara hewan liar tersebut beserta alasannya.

Jika terdapat luka pada anak-anak Anda, tanyakan pada mereka dari mana luka tersebut berasal karena dikhawatirkan didapat dari gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi rabies. Didik anak-anak Anda agar paham bahwa gigitan hewan bisa berbahaya.

Kiat Yang perlu dilakukan pada saat tergigit Anjing :

  1. Mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit
  2. Melaporkan kasus gigitan kepada puskesmas terdekat, dinas peternakan dan dinas kesehatan kabupaten Bone
  3. Apabila dirasa perlu, maka korban gigitan harus mendapatkan vaksin anti rabies

Red/Kasubag Umum Dan Kepegawaian Nursamsih Nur

Admin : A.Syamsul Alam P