Watampone 16 Juni 2018 pemberian ganti rugi ternak sapi yang diasuransikan oleh peternak  dengan kerjasama ditjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian dan PT. Jasindo yang diserahkan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bone yang bertempat di Hotel Helios Tanggal 9 Februari 2018 lalu.

Kepala Bidang Prasarana dan sarana Dinas Peternakan Kabupaten Bone Ir.  Hj. Fadriani Pemberian ganti rugi kepada slah satu peternak di Kabupaten Bone bapak Sudirman Kelurahan Tibojong, Kecamatan Taneteriattang Timur, telah memenuhi syarat sebagai penerima asuransi ternak sapi, yang mana telah mengikuti proses klaim. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana ini juga menambahkan  Adapun manfaat Asuransi Ternak Sapi bagi Peternak : (1) Memberikan ketentraman dan ketenangan sehingga peternak dapat memusatkan perhatian pada pengelolaan usaha dengan lebih baik, (2) Pengalihan risiko dengan membayar premi yang relatif kecil peternak dapat memindahkan ketidakpastian risiko kerugian yang nilainya besar, (3) Memberikan jaminan perlindungan dari risiko kematian dan kehilangan sapi, dan (4) Meningkatkan kredibilitas peserta asuransi terhadap akses ke pembiayaan (perbankkan).

ProsesKlaimMudah
Apabila hewan ternak mengalami resiko kematian dan peternak ingin memproses klaim polis, segera urus dokumen klaim dan menghubungi dokter hewan atau tenaga teknis yang telah ditunjuk dinas setempat. Klaim dapat diajukan dengan ketentuan bahwa premi rutin dibayarkan, terjadi kematian atau kehilangan ternak sapi yang diasuransikan dan terjadi selama jangka waktu pertanggungan. Jangka waktu pertanggungan asuransi pada dasarnya berlaku selama 1 tahun sejak terjadi kesepakatan asuransi yang dibuktikan dengan diterbitkannya polis asuransi ternak sapi. Jika terjadi kematian sapi, penerima polis segera menghubungi dokter hewan atau petugas teknis yang ditunjuk. Jika terjadi pencurian atau kehilangan sapi, penerima polis langsung melaporkan kehilangan ke kantor kepolisian setempat. Untuk proses klaim, peternak melengkapi beberapa dokumen klaim seperti fotokopi polis asuransi, berita acara kehilangan atau kematian sapi dari penerima polis yang ditandatangani pejabat dinas peternakan dan kesehatan hewan di Kabupaten/Kota setempat. Peternak harus menampilkan surat keterangan kehilangan kepolisian setempat jika terjadi kehilangan, dokumentasi dan foto-foto kematian (jika terjadi kematian) dan hasil visum dari dokter hewan dan petugas teknis yang berwenang. Jumlah penerimaan klaim juga disesuaikan dengan resiko yang menjadi penyebab proses klaim. Untuk faktor kematian karena sakit dan peternak sempat menjual dagingnya, klaim yang diterima akan berkurang dengan jumlah hasil perolehan (penjualan) yang diterima peternak. Red (Kasubag Umum dan Kepegawaian)

admin Disnak