“Pengembangan Teknologi Mesin Tetas (PETI KEMAS)”

Dinas Peternakan Kabupaten Bone , Kamis tanggal 18 Juli 2019 Dalam perkembangan dunia usaha peternakan, salah satu faktor penghambat lambatnya produksi telur akibat peternak masih menggunakan metode konvensional dalam menetaskan telur. Hal ini dirasa kurang efektif karena jumlah telur yang dapat ditetaskan per induk relatif sedikit, yaitu hanya berkisar antara 5 sampai 10 telur. Sementara kebutuhan konsumsi telur dan daging terus meningkat seiring dengan semakin meningkatnya populasi penduduk di Indonesia, sehingga dibutuhkan suatu teknologi untuk dapat menetaskan telur ayam atau itik sesuai dengan permintaan kebutuhan pasar. Dan tak dipungkiri faktanya, penggunaan mesin tetas memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penetasan telur secara alami. Misalnya, ruang mesin tetas lebih luas sehingga dapat menampung lebih banyak telur daripada metode pengeraman induk secara alami.

Sebagai seorang inivator  tentunya  menyiasati hal itu, dengan memperkenalkan sistem Pengembangan Tekhnologi Mesin Tetas yang disingkat (PETI KEMAS),  pemuda ini yakni A.Syamsul Alam P S.Pt, asal Kbupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan membuat alat tepat guna penetas telur Semi otomatis yang harganya Murah dan terjangkau untuk masyarakat kalangan bawah dan menengah biasanya 1 alat mesin tetas C100 (Capasitas 100) di bandrol Rp. 350.000.

Menurut Andi  ada  berbagai keuntungan penetasan telur menggunakan mesin tetas dibandingkan dengan penetasan alami.

  1. Inovasi Teknologi Mesin Tetas (Peti Kemas), maka akan menjadikan tempat pembelajaran masyarakat khususnya para petani peternak dari aspek teknis dan akan menjawab setiap permasalahan dalam sistem usaha penetasan mesin penetas telur.
  2. menciptakan masyarakat yang sehat dan efisien dalam pengelolaan usahanya sehingga masyarakat kalangan bawah mendapat kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraanya.
  3. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kewirausahaan dalam Pengembangan Teknologi Mesin Tetas.
  4. Meningkatnya produktivitas/Populasi ternak unggas dalam kehidupan masyarakat sebagai suatu usaha yang menjanjikan
  5. Meningkatkan hasil produksi bibit bagi para penetas sehingga memberi dampak positif pada kestabilan harga serta kontinuitas suplai akan telur dan daging unggas.
  6. ersentase keberhasilan telur yang menetas lebih besar dibandingkan dengan pengeraman alami.
  7. Penetasan telur dapat dilakukan terus-menerus tanpa dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Pasalnya, mesin tetas biasanya ditempatkan di dalam ruangan dan seluruh komponen pendukungnya terkontrol.

“Selain itu Tingkat hidup anakan hasil penetasan melalui mesin tetas lebih tinggi dibandingkan dengan penetasan alami. Pasalnya, perubahan suhu dari dalam telur ke lingkungan tidak terlalu ekstrim. Berbeda halnya anakan hasil penetasan alami harus lebih menyesuaikan suhu setelah menetas, ” urainya. Penggunaan mesin tetas untuk membantu penetasan telur terbukti menguntungkan sehingga mampu meningkatkan pendapatan peternak. Karena itu, banyak para peternak beralih menggunakan mesin tetas sebagai alat untuk menetaskan telur. Admin : Dinas Peternakan Kabupaten Bone